Kamis, 18 April 2013

Membuat Makalah Berdasarkan Artikel



Membuat Makalah Berdasarkan Artikel







Disusun Oleh         :
            Nama                    : Nadia Nur Annisa
Npm                     : 14110896
Kelas                      : 3 KA 10


Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2013



DAFTAR ISI


DAFTAR ISI............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iii
1. PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................... 2
2. LANDASAN TEORI............................................................................ 3
2.1 Tentang Artikel..................................................................................... 3
2.2 Pembahasan Artikel.............................................................................. 3
3. SIMPULAN.......................................................................................... 7
3.1 Simpulan.............................................................................................. 7
3.2 Saran................................................................................................... 7
Daftar Pustaka…………………………………………………..………..8




KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya tugas membuat makalah berdasarkan artikel ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya. Adapun makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas semester 6 mata kuliah Bahasa Indonesia.
Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses  pembuatan makalah ini, antara lain :
1.                   Bapak Jono Saroyo, selaku dosen Bahasa Indonesia yang membimbing dan membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembuatan karya tulis ini.
2.                   Teman-teman kelas 3KA10 yang turut membantu dalam proses pembuatan makalah ini.   
Penulis juga berharap makalah ini dapat menjadi salah satu sumber literatur atau sumber informasi pengetahuan bagi semua pihak yang telah membaca makalah ini.
Namun penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadikan makalah ini lebih sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

                                                                      Jakarta,  April 2013

                                                                                      Penulis





  1. PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang Masalah

    Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah yang di perkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini baik narkoba atau napza mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut para ahli kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa di pakai untuk membius pasien saat hendak di oprasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalahgunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Misalnya dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini biasa membuat para orangtua, lembaga, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu merajalela.
Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah pengaruh narkoba pada remaja yaitu dari pendidikan dan keluarga. Orangtua diharapkan mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi narkoba. Dan hingga kini narkoba pun telah merajalela di kalngan siswa-siswa SMP maupun SMA. Hal tersebut akan mengganggu prestasi belajar siswa yang mengkonsumsi narkoba tersebut. Jika siswa mengkonsumsi narkoba tanpa henti akan merusak beberapa jaringan di tubuh pecandu yang mengakibatkan tidak konsen dalam pelajaran, selalu gelisah, tidak fokus pada pelajaran sehingga prestasi siswa pecandu akan menurun. Berdasarkan hal tersebut, di dalam makalah ini penulis akan membahas tentang “Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja”.


1.2         Rumusan Masalah

1.        Apakah penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja ?
2.        Bagaimanakah pencegahan dan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba ?

1.3         Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui sebab dan akibat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja beserta cara pencegahan dan penanggulangan.





2. LANDASAN TEORI

2.1.       Tentang Artikel

Judul Artikel        : Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Remaja
Penulis                : Bayu Pramutoko,SE,MM
Sumber              :
http://bayu96ekonomos.wordpress.com/andatertarik/artikel-kesehatan/penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja/

2.2.       Pembahasan Artikel

Maraknya narkotika dan obat-obatan terlarang telah banyak mempengaruhi mental dan sekaligus pendidikan bagi para pelajar saat ini. Masa depan bangsa yang besar ini bergantung sepenuhnya pada upaya pembebasan kaum muda dari bahaya narkoba. Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua. Teman dan saudara kita mulai terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan. Sebagai makhluk Tuhan yang kian dewasa, seharusnya kita senantiasa berfikir jernih untuk menghadapi globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga dan remaja penerus bangsa khususnya. Kita harus memerangi kesia-siaan yang di akibatkan oleh narkoba.

I    Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

a.      Kegagalan yang di alami dalam kehidupan

Tidak memiliki rasa percaya diri ataupun kurang mendapat kasih sayang orang tua dapat menyebabkan timbulkan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Misalnya saja, orang tua yang terbilang sukses dalam berkarir tetepi kurang memberi perhatian kepada keluarga, adanya perselisihan di keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).

b.   Pergaulan yang bebas dan lingkungan yang kurang tepat.
Menurut teori Waddington, mengenai “develope mental land scape”, jika seorang anak di tempatkan pada suatu lingkungan tertentu, maka sulitlah bagi kalangan tersebut untuk mengubah pengaruhnya, terlebih lagi jika lingkungan itu sangat kuat mempengaruhi anak tersebut. Dengan demikian untuk mencegah penggunaan narkoba, maka  land scape (lingkungan) yang baik saat ini adalah lingkungan Islam. Sebagai orang tua seharusnya dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik.

c. Kurangnya siraman agama
Untuk memerangi narkoba, upaya yang perlu di lakukan adalah       membangkitkan kesadaran beragama dan menginformasikan hal-hal yang positif dan bermanfaat kepada para remaja. Karena, pada zaman sekarang ini sangt sedikit para remaja yang sadar akan pentingnya siraman agama.

d. Keinginan untuk sekadar mencoba
Keyakinan bahwa bila mencoba sekali takkan ketagihan adalah salah satu penyebab penggunaan narkoba, karena sekali memakai narkoba maka mengalami ketagihan dan sulit untuk di hentikan. Maka dari itu, bila seseorang ingin terhindar dari narkoba, harus dapat menjauhkan dirinya dari hal-hal yang memungkinkan untuk mencoba dan bersentuhan dengan narkoba.

II.  Narkoba Yang Banyak Beredar Di Masyarakat.

Ada banyak jenis narkoba yang beredar di masyarakat yang banyak di salahgunakan oleh remaja, antara lain:

·        Ganja, di sebut juga dengan mariyuana, grass/rumput, pot, cannabis, joint, hashish, cimeng.
·        Heroin, di sebut juga dengan putaw, putih, PT, bedak, etep.
·        Morfin, yaitu narkoba yang di olah dari candu/opium yang mentah.
·        Kokain, di sebut juga dengan crack, coke, girl, lady.
·        Ekstasi, di sebut juga  dengan ineks, kancing.
·        Shabu-shabu, di sebut juga dengan es, ss, ubas, kristal, mecin.
·        Amphetamin, di sebut juga dengan speed.
·        Zat Hirup
Berbagai jenis bahan perekat yang di pasarkan sebagai bahan bangunan juga sering kali di salah gunakan untuk di hirup, antara lain: lem kayu (sejanis aica aibon), cat, thinner.
·        Obat Penenang atau Pil Koplo
Berbagai obat penenang dan obat tidur (anti-insomnia) juga sering di pakai oleh pecandu narkoba. Obat-obatan in masuk daftar G dan psikotropika, tetapi di perjualbelikan secara bebas di kios-kios kaki lima.

a.      Akibat Penyalahgunaan Narkoba Terhadap Kesehatan.
Secara keseluruhan obat-obatan ini dapat menimbulkan gangguan-gangguan pada sistem saraf manusia, juga pada organ-organ tubuh manusia. Narkoba juga akan mengakibatkan kcanduan/ketagihan kepada pemakainya dan apabila pemakaian di hentikan, dapat mengakibatkan kematian. Ciri-ciri kecanduan antara lain: kejang, sakit perut, badan gemetar, muntah-muntah, mata dan hidung berair, hilangnya nafsu makan dan hilangnya/berkurangnya berat badan.

b.      Akibat Penggunaan Narkoba Terhadap Lingkungan Di Masyarakat
Penggunaan narkoba dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoia (linglung), juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat.
Untuk mendapatkan barang-barang haram itu, di perlukan tidak sedikit biaya, sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan.


IIIPencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba

Ada banyak hal untuk mencegah penggunaan narkoba antara lain adalah:
·        Membangkitkan kesadaran beragama, menginformasikan hal-hal positif dan bermanfaat.
·        Selektif dalam memilih teman.
·        Selektif dalam memilih makanan dan minuman.
·        Menghindarkan diri dari lingkungan yang tidak tepat.
·        Membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mengingatkan.
·        Bila berhadapan dengan orang/teman yang mulai bersentuhan dengan narkoba, gunakan kasih sayang  untuk menariknya ke jalan hidup yang lebih sehat.
·        Mengetahui fakta-fakta tentang narkoba termasuk akibat-akibat yang di timbulkan oleh barang-barang haram tersebut.




3.  SIMPULAN

3.1.    Simpulan
  
Dari uraian yang telah di jelaskan, penulis menyimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba terhadap para remaja dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan bisa berakibat hingga kematian, serta mengganggu ketentraman di masyarakat. Pada akhirnya narkoba hanya menghancurkan masa depan, sehingga dibutuhkan kepedulian orangtua, insan pendidik, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintahan dalam membina generasi muda. Agar mereka bebas dari bahaya narkoba.

3.2.    Saran

Diharapkan dengan adanya makalah ini, masyarakat khususnya generasi muda, sadar akan bahaya mengkonsumsi narkoba dan penyalahgunaan narkoba. Dengan tidak terjebak pada penyalahgunaan narkoba, pelajar bisa lebih berprestasi dan mandiri. Jangan sia-siakan masa depan yang lebih baik hanya karena ingin mendapatkan kenikmatan sesaat yang dapat menghancurkan fisik dan mengganggu kesehatan mental dengan menggunakan narkoba.




DAFTAR PUSTAKA

URL :   http://bayu96ekonomos.wordpress.com/anda-tertarik/artikel-kesehatan/penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja/ , diakses 11 April 2013
URL:    http://diralova.blogspot.com/2012/04/karya-tulis-ilmiah-pengaruh-narkoba-di.html , diakses 11 April 2013







»» Baca Lebih Lanjut ??

Kamis, 21 Maret 2013

Menganalisa Tulisan Berdasarkan Diksi


Judul Artikel : Masukkan 4 Hal Ini ke Sarapan Tiap Hari Jika Ingin Turun Berat Badan
Penulis : (hst/eny)
Sumber artikel : http://wolipop.detik.com/read/2013/03/19/074017/2197435/849/masukkan-4-hal-ini-ke-sarapan-tiap-hari-jika-ingin-turun-berat-badan

Jakarta - Apa yang dimakan (1) saat sarapan, bisa menentukan seperti apa berat badan Anda nantinya. Sayangnya, banyak orang yang menyambar (2) apa saja yang tersaji (3) di meja makan untuk sarapan dengan alasan diburu waktu (4). Jika berniat menurunkan berat badan, sebaiknya masukkan empat hal ini ke menu sarapan (5) Anda sehari-hari!

1. Lemak Sehat
Konsumsi lemak sehat saat sarapan akan membuat perut terasa kenyang lebih lama. Sehingga Anda tidak terlalu cepat lapar kembali dan ngemil yang tidak bergizi (6). Selain itu lemak sehat seperti omega-3 juga membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik saat Anda makan siang. Lemak sehat terdapat dalam beberapa makanan seperti alpukat, ikan salmon, olive oil atau roti gandum dengan olesan (7) selai kacang.

2. Air Dingin
Satu penelitian seperti dikutip dari Womansday, menunjukkan bahwa minum air dingin di pagi hari bisa meningkatkan (8) metabolisme hingga 30 persen. Metabolisme tinggi, artinya tubuh juga lebih cepat membakar kalori. Minumlah segelas air dingin setelah bangun tidur untuk menyegarkan tubuh dan membantu Anda bakar kalori lebih banyak. Jika ingin rasa yang sedikit segar, tambahkan irisan lemon atau ketimun.

3. Gandum Utuh
Tubuh Anda menggunakan lebih banyak kalori ketika mencerna makanan yang masih utuh (belum mengalami proses pengolahan). Oleh karena itu, gandum utuh baik dikonsumsi sebagai sarapan karena selain kaya serat (9) yang mengenyangkan, tubuh juga perlu waktu lama untuk mencernanya sehingga tidak cepat lapar. Buat bubur gandum dengan mencampurkan 1/2 cangkir sereal gandum utuh dan susu hangat atau yoghurt.

4. Rempah-rempah
Rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis akan meningkatkan suhu tubuh. Saat temperatur tubuh meningkat, metabolisme akan bekerja lebih cepat untuk mendinginkannya. Taburkan bubuk kayu manis atau cacahan jahe ke atas bubur oatmeal, smoothies atau roti gandum ketika sarapan. Selain rasanya jadi lebih kaya (10), juga membantu tubuh lebih ramping.



No
Kesalahan
Perbaikan
1
Apa yang dimakan saat sarapan
Makanan yang di konsumsi saat sarapan
2
banyak orang yang Menyambar
banyak orang yang Memilih sembarangan
3
apa saja yang Tersaji
apa saja yang Tersedia
4
dengan alasan Diburu waktu
dengan alasan Tidak memiliki cukup waktu
5
sebaiknya masukkan empat hal ini Ke menu sarapan
sebaiknya masukkan empat hal ini Menjadi bagian menu sarapan
6
Ngemil yang tidak bergizi
mengkonsumsi makanan yang tidak bergizi
7
dengan Olesan selai kacang
dengan tambahan selai kacang
8
Bisa meningkatkan
dapat meningkatkan
9
Karena selain kaya serat
karena selain mengandung banyak serat
10
Selain rasanya jadi lebih kaya
Selain rasanya menjadi lebih bervariasi
»» Baca Lebih Lanjut ??

Senin, 05 November 2012

Mengidentifikasi Tulisan Ilmiah



Judul:  Sistem Informasi Geografis SLTP di Kotamadya Jakarta Selatan

Penulis: Ricky Agus Tjiptanata, Dina Anggraini, dan Dian Safitri

Diterbitkan oleh: Konferensi Nasional Sistem Informasi 2012, STMIK- STIKOM Bali

Tanggal:  23-25 Pebruari 2012


A.   Latar Belakang


Kemajuan teknologi di bidang komputer yang begitu pesat telah mendorong semakin berkembangnya sebuah informasi. Salah satunya informasi geografis dunia pendidikan. Perkembangan dunia pendidikan di Kotamadya Jakarta Selatan dari tahun ke tahun semakin meningkat, dengan banyak ditemukannya bangunan-bangunan sekolah baru. Karena begitu banyaknya sekolah terkadang masyarakat dibingungkan oleh letak sekolah yang mereka cari. Untuk itu perlu dirancang sistem informasi geografis yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menemukan lokasi sekolah yang mereka cari.


B.    Rumusan Masalah


1. Bagaimana perancangan dan implementasi pembuatan Sistem Informasi Geografis SLTP di Kotamadya Jakarta Selatan ?
2.  Bagaimana Sistem Informasi Geografis dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi SLTP pada kotamadya Jakarta Selatan yang disajikan dalam bentuk peta ?


C.   Tujuan


Sistem Informasi Geografis SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) ini bertujuan memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan informasi tentang lokasi dan nama dari SLTP untuk kotamadya Jakarta Selatan. SIG ini memberikan informasi nama sekolah, lokasi dan foto dari sekolah tersebut. Pembuatan SIG berbasis web ini dimulai dari menentukan wilayah, lalu mengumpulkan data sampai digitalisasi atau penggambaran peta. SIG ini menggunakan Mapserver, Quantum GIS, PostgreSql sebagai databasenya dan Chameleon sebagai frameworknya. Sedangkan bahasa pemprograman yang digunakan adalah HTML, PHP dan CSS.


D.   Metodologi


Dalam penulisan ilmiah ini, pembahasan dimulai dari analisis kebutuhan, penentuan daerah atau wilayah, pengumpulan data Spasial dan non spasial sampai dengan digitasi pada quantum GIS.


E.    Inti Bahasan


Pembuatan Sistem Informasi Geografis ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk mengetahui
lokasi sekolah SLTP yang berada di Jakarta Selatan. Sistem Informasi Geografis SLTP ini memberikan informasi lokasi sekolah, peta lokasi sekolah serta foto dari sekolah. Sistem Informasi Geografis ini bisa dimanfatkan oleh orang tua yang ingin mencari atau mendaftarkan putra/putrinya ke sekolah SLTP di Jakarta Selatan atau calon siswa maupun masyarakat umum yang ingin mengetahui informasi lokasi SLTP di Jakarta Selatan untuk tujuan tertentu. Dari aplikasi SIG ini akan terlihat SLTP-SLTP se-Jakarta Selatan.


F.    Kesimpulan


Teknologi internet telah berkembang dengan pesat, salah satunya dengan munculnya sistem yang bekerja secara online. Website ini dapat membantu user dalam mencari informasi-informasi yang berhubungan dengan lokasi SLTP. User juga dapat dengan mudah mengakses website ini karena disajikan dengan sederhana dan menarik. Hasil dari SIG berbasis web ini berupa peta yang didalamnya terdapat nama,lokasi dan foto dari sekolah


G.   Daftar Pustaka


[1] Bunafit Nugroho, 2008, Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan MySQL dengan Dreamweaver MX [6, 7, 2004] dan 8, Yogyakarta, Gava Media.
[2] Eddy Prahasta, 2007, Membangun Aplikasi Web-based GIS dengan MapServer,
Informatika Bandung, Bandung.
[3] Lukmanul Hakim, 2009, Jalan Pintas Menjadi Master PHP, Yogyakarta Lokomedia.
[4] Ruslan Nuryadin, 2005, Panduan menggunakan MapServer, Informatika Bandung, Bandung.
[5] http://www.hatma.info/download/gis/webgis, 6 April 2010.
[6] http://selatan.jakarta.go.id/, 11 April 2010.
[7] http://www.inigis.info/2009/12/16/dataspasial-jakarta-selatan/, 20 Maret 2010.
[8] http://www.kemdiknas.go.id/, 21 Maret 2010.
»» Baca Lebih Lanjut ??

Minggu, 07 Oktober 2012

Pengaruh Bahasa Indonesia Terhadap Dunia


Di negara manapun, bahasa merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat dalam berkomunikasi. Termasuk di Negara Republik Indonesia. Indonesia merupakan Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia, walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia telah diterapkan oleh bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.  Melihat dari perjalanan sejarahnya, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hadir dari sebuah kesadaran yang tinggi dari para pendiri bangsa ini. Bahkan bahasa Indonesia sudah hadir sebelum negara Indonesia di proklamasikan 17 Agustus 1945 lalu. Adalah jasa para pemuda dari penjuru nusantara yang melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Penyebutannya tidak menggunakan bahasa melayu yang memang masih serumpun, di antara kedua bahasa itu ada beberapa yang sama bahkan di lain sisi beberapa berbeda sama sekali. Dengan kondisi inilah bahasa Indonesia mudah diterima oleh masyarakat dari penjuru daerah.

Dari sejak awal bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan, boleh dibilang tidak ada polemik ataupun kontroversi sama sekali seperti yang terjadi di negara lain. Semua daerah menerima dengan bulat untuk dipakai sebagai bahasa pengantar yang menghubungkan beberapa suku bangsa di Indonesia. Penerimaan bahasa Indonesia cukup total dengan ditandai sikap menerima dari masyarakat Jawa yang mayoritas untuk tidak menjadikan bahasa Jawa menjadi bahasa nasional. Bahasa Indonesia memang lebih mudah, sederhana, dan egaliter dibandingkan dengan beberapa bahasa daerah yang digunakan di berbagai wilayah nusantara. Bahasa Indonesia tidak mengenal tingkatan yang berdasarkan status sosial atau usia.

Sejatinya, bahasa Indonesia yang merupakan bahasa negara dan bahasa resmi di Indonesia dapat di aplikasikan dalam setiap kesempatan. Tak hanya dalam berinteraksi sehari-hari, bahasa Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) hingga perguruan tinggi, kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.

Namun, bahasa Indonesia tenyata memiliki popularitas yang tinggi di negara asing, dan negara asing pun memiliki apresiasi yang tinggi pula terhadap bahasa resmi Negara Indonesia. Bahasa Indonesia bukan hanya menjadi bahasa persatuan dalam Negara Indonesia saja, namun juga berlaku untuk berbagai negara.

Bahasa Indonesia di Wikipedia menduduki peringkat ke-26 dari 250 bahasa asing di dunia dan tersulit ke-3 di Asia setelah bahasa Jepang dan Mandarin.

Menurut penelitian Lembaga Bahasa di dunia, dilihat dari segi gramatikal dan kompleksitivitasnya bahasa-bahasa yang dianggap sangat sulit di dunia adalah Bahasa Ibrani (bahasa kaum Yahudi), Bahasa Yunani, Bahasa latin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea. Sedangkan bahasa Indonesia berada di peringkat 15 dunia.

Saat ini ada 45 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia, antara lain Australia, Amerika, Kanada dan Vietnam. Di Australia, bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4. Terdapat kurang lebih 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Sedangkan di Vietnam, secara resmi diumumkan oleh Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City pada Desember 2007, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua yang diprioritaskan di negara tersebut.

Bahasa Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu ternyata juga berada pada urutan ke 7 dengan jumlah penutur sekitar 259 juta orang. Hitungan kasar ini didapatkan dari perkiraan jumlah penduduk Indonesia tahun 2009 yang mencapai 230 juta jiwa ditambah penduduk Malaysia 28 juta, penduduk Brunei 388 ribu serta sebagian kecil penduduk Thailand, Singapura dan Timor Timur.

Selain itu, pada September tahun 2011 para delegasi ASEAN Inter-Parliamentary Assemby (AIPA) menggelar pertemuan kedua di Kamboja. Pada pertemuan tersebut, para anggota delegasi dari negara-negara di Asia Tenggara, di antaranya, akan memutuskan bahasa resmi yang digunakan AIPA. Keputusan bahasa resmi AIPA ini kemudian akan dimasukkan ke dalam statuta AIPA. Delegasi Indonesia untuk AIPA, Marzuki Alie, yang juga Ketua DPR RI, mengatakan, pada pertemuan AIPA pada 2010 di Hanoi, Vietnam, para delegasi mendukung penggunaan bahasa Indonesia. Marzuki Alie menambahkan, usulan ini sudah diterima seluruh delegasi. Thailand, salah satunya, menggunakan bahasa Indonesia, Filipina Selatan menggunakan Bahasa Indonesia. Malaysia menggunakan bahasa Indonesia, Singapura dan Brunei juga sebagian menggunakan bahasa Indonesia.

Jadi, keinginan untuk menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa dunia atau bahasa internasional bukan hanya sekedar impian bangsa Indonesia, setidaknya bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa resmi di kawasan regional Asia Tenggara atau ASEAN. Dalam pertemuan-pertemuan resmi tingkat ASEAN, bahasa Inggris menjadi satu-satunya bahasa resmi. Memang sedikit aneh, bahasa yang asalnya ribuan km dari ASEAN ini menjadi satu-satunya bahasa yang di jadikan bahasa resmi. Seperti tidak ada lagi bahasa nasional di kawasan ASEAN yang bisa menjadi pendamping bahasa Inggris.

Di Eropa tempat asal bahasa Inggris, bahkan harus bersaing dengan bahasa nasional lainnya seperti bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Jerman dan bahasa Rusia. Sekedar tambahan di benua Eropa, bahasa Inggris hanya dijadikan bahasa resmi di kawasan Britania Raya yang meliputi Inggris Raya dan Irlandia.

Bahasa Indonesia atau bahasa Melayu menjadi bahasa resmi setidaknya di 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Jadi cukup beralasan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai pendamping bahasa Inggris.

Faktor lain yang menjadi alasan bahasa Indonesia layak dijadikan bahasa resmi kawasan ASEAN yaitu bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling banyak di gunakan di kawasan ASEAN. Dari sekitar 550 juta lebih penduduk ASEAN, sekitar 300 juta mereka bertutur menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan asal muasal dari bahasa Indonesia modern. Bahasa ini digunakan dalam percakapan sehari-hari di negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand Selatan, dan sebagian Filipina Selatan.

Jika rencana ini berhasil maka jalan untuk mempersatukan ASEAN, salah satunya lewat bahasa akan menjadi semakin mudah. Bahasa Indonesia menjadi identitas baru di kawasan regional ASEAN, suatu kawasan yang kelak menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru dunia. Dengan diterimanya bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di ASEAN akan lebih mempermudah komunikasi bisnis diantara rakyat di kawasan ini.

Setidaknya rakyat di kawasan ASEAN dapat berbesar hati, karena salah satu bahasa di kawasan ini menjadi pendamping bahasa Inggris. Sekedar perbandingan di Benua Amerika dari ujung utara benua Amerika yaitu Kanada sampai ujung selatan benua Amerika yaitu Argentina, tidak satupun bahasa lokal asli Amerika menjadi bahasa internasional, negara di kawasan ini hanya mengakui bahasa Inggris, Prancis, Spanyol dan Portugis sebagai bahasa pemersatu mereka. Jadi tinggal selangkah lagi bahasa kebanggan bangsa Indonesia, bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional yaitu menjadi bahasa resmi kedua setelah bahasa Inggris.

Melihat perkembangan minat pembelajaran bahasa Indonesia di Negara lain, sebenarnya bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa Internasional. Bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa internasional karena tidak asing lagi di telinga komunitas internasional, khususnya di negara-negara tetangga. Peluang bahasa Indonesia dinilai cukup besar apabila dibandingkan dengan berbagai bahasa di Eropa.

Dr Sugiyono selaku Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan di  Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa, untuk menerapkan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional harus dimulai sejak sekarang. “Saat ini Indonesia sudah mempunyai landasan hukum yang kuat dimana pemerintah diminta untuk mengupayakan bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional,” tegas Pak Sugiyono.
Sugiyono juga menjelaskan bahwa, bahasa Internasional bukan sekedar bahasa yang digunakan secara meluas saja, tetapi harus kuat sebaran penggunaannya, serta forum penggunaannya pun harus kuat. Sebagai contoh, apabila dalam forum resmi majelis antar parlemen di ASEAN sepakat mengijinkan bahasa Indonesia digunakan pada forum itu, berarti Indonesia telah mengalami kenaikan satu tingkat dimana bahasa Indonesia bukan lagi sebagai bahasa Nasional melainkan naik ke level ASEAN.
Dalam Undang-undang no 24 tahun 2009 pada pasal 28 tertulis ”Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang  disampaikan di dalam atau di luar negeri”. Pelaksanaan dari isi pasal tersebut dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada maret 2010 di hadapan parlemen Australia.
Adapun, manfaat pertama yang akan di dapat apabila bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional, maka negara lain akan menghargai negara Indonesia (NKRI). Sementara manfaat keduanya, daya saing bangsa Indonesia pun akan meningkat, demikian penuturan yang disampaikan oleh Sugiyono.
Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah melakukan beberapa usaha demi mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Usaha-usaha tersebut antara lain, dengan memfasilitasi lembaga pembelajaran bahasa Indonesia untuk masyarakat Indonesia yang berdomisili di luar negeri namun belum bisa berbahasa Indonesia. Fasilitas yang diberikan yaitu dengan pengadaan guru-guru yang berkualitas, serta panduan-panduan pembelajaran dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dengan adanya upaya-upaya seperti itu, Badan Bahasa Kementerian dan Pendidikan berharap agar semua masyarakat Indonesia mau mendukung terwujudnya bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional.
Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia, sudah sepatutnya mendukung agar bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa Internasional. Bangsa Indonesia harus berbesar hati dan menjunjung tinggi persatuan bangsa dan bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang sudah semestinya di kembangkan bersama. Bangsa Indonesia bisa mengembangkan bahasa Indonesia bersamaan dengan bahasa daerah atau bahasa asing negara berkembang lainnya. Tetapi ada baiknya, apabila bangsa Indonesia lebih memperkaya dengan bahasa ibu sendiri sehingga negara lain dapat mencontoh integritas bangsa Indonesia yang kaya akan budaya. Misalnya, dengan lebih menguasai bahasa Indonesia dibandingkan bahasa Asing.

 Sebagai bangsa yang baik, sudah seharusnya kecintaan terhadap bahasa Indonesia semestinya tidak kalah bahkan harus lebih daripada warga negara asing.  Belajar bahasa Indonesia bukan berarti melupakan akan bahasa daerah dan juga tidak membatasi mempelajari bahasa asing.  Namun, apresiasi bangsa Indonesia terhadap bahasa persatuan ini tentu harus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda yang memegang peranan penting dalam melestarikan bahasa Indonesia, banyak hal yang dapat dilakukan.  Seperti melakukan cara-cara berikut :
  • Memperluas pengetahuan tentang sejarah bahasa Indonesia hingga perkembangannya.
  • Meningkatkan minat membaca.  Dengan membaca buku berbahasa Indonesia, pengetahuan tentang istilah baru atau penggunaan kosa kata yang tepat semakin bertambah.
  • Mengikuti perlombaan, seminar, pelatihan atau acara apapun yang bertujuan memajukan bahasa Indonesia.
  • Mengedepankan bahasa Indonesia yang baik sebagai percakapan sehari-hari, bukan malah membanggakan bahasa gaul.
  • Aktif menulis di forum-forum dengan memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Turut serta dalam mengenalkan bahasa Indonesia kepada dunia.  Langkah sederhananya bisa dimulai dengan memakai bahasa baku dalam berbagi informasi maupun berinteraksi di jejaring sosial.
Peran lainnya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan impian ini adalah dengan memperkenalkan bahasa Indonesia ke luar negeri. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengajarkan bahasa Indonesia kepada siapa saja. Kurikulum pembelajaran bahasa Indonesia di lembaga pendidikan di Indonesia juga sudah selayaknya ditingkatkan. Seharusnya orientasi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya untuk memenuhi target kurikulum, tetapi untuk memberdayakan kompetensi berbahasa siswa.

Sungguh sedih rasanya jika bangsa Indonesia sendiri yang tidak mau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sementara orang-orang dari negara lain sangat bersemangat untuk mempelajarinya, bahkan menjadikannya sebagai bahasa resmi di suatu forum internasional atau bahkan di negaranya sendiri.

Sungguh sangat disesali bila sebagai bangsa yang memiliki banyak kesempatan mempelajari bahasa Indonesia dengan lebih baik, ternyata tidak mampu menguasai bahasa sendiri. Bukannya tidak mampu, hanya saja bangsa Indonesia terkadang lebih beranggapan bahwa mempelajari atau menguasai bahasa asing lebih ‘menjual’ dan dianggap memiliki intelektual tinggi.

Inilah perlunya generasi muda Indonesia menunjukan jati diri sebagai putra-putri Indonesia yang mencintai budaya serta bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional adalah tantangan bagi seluruh warga negara Indonesia. Untuk mewujudkan itu perlu ada kesadaran untuk mempunyai sikap positif kepada bahasa Indonesia, yang meliputi kesetiaan terhadap bahasa Indonesia, rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia, serta kepatuhan terhadap norma-norma baku bahasa Indonesia. Apabila sikap positif ini dapat terbentuk dan menjadi sikap warga negara Indonesia, kemungkinan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional mungkin saja dapat terjadi.

Tantangan yang harus dihadapi memang tidak mudah. Seperti kesetiaan terhadap bahasa Indonesia. Jika melihat fakta yang terdapat di lapangan. Kesetiaan penutur bahasa Indonesia semakin lama semakin menipis apalagi di era globalisasi ini. Masyarakat lebih suka menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa Indonesia. Rasa bangga menggunakan bahasa Indonesia pun telah pudar.

Tantangan – tantangan itu  tentu harus dapat diatasi jika menginginkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Banyak keuntungan yang akan diperoleh oleh Indonesia jika hal tersebut dapat terwujud. Posisi Indonesia dalam berbagai aspek, yakni budaya, sosial, politik, dan ekonomi akan diperhitungkan oleh dunia. Indonesia akan mendapat posisi yang baik di kancah internasional. Artinya, Indonesia akan diperhitungkan dalam era globalisasi ini. Selain itu, bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional akan menimbulkan kebanggaan bagi pemiliknya, yaitu bangsa Indonesia sendiri.

Semua masyarakat Indonesia tentunya akan bangga jika bahasanya digunakan oleh orang asing untuk menjalin komunikasi internasional dengan yang lainnya atau dengan kata lain, Indonesia menjadi bahasa persatuan dunia, sama halnya dengan posisi bahasa Inggris sekarang.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang mencintai bahasa Indonesia, sudah sepatutnya melakukan cara lain yang tetap kreatif dan tidak menjenuhkan dalam mempelajari bahasa Indonesia. Agar dapat mengembangkan bahasa Indonesia. Jangan mengingkari ikrar yang pernah terucap, mari bangkitkan jiwa muda untuk tak sebatas mengatakan “Aku Cinta Bahasa Indonesia”.


Referensi :


»» Baca Lebih Lanjut ??